1. Pasuryan Pangiwa, segala ilmu (pengeliyakan) dapat dicapai dengan terlebih dahulu memusatkan pikiran, beryoga. 2). Gni Sambawana, atau disebut juga pangwa sari. Ini (pengeleyakan) yang paling utama 3). Cambra Berag, ini sangat sakti, karena bersumber dari sebagain kecil Hyang Aji sarswati sebagai batasannya. 4).
Sekilasmengenai google mapsmenggunakan aplikasi pelacak gps, seseorang dapat mengetahui di mana posisi orang yang ingin mereka lacak. Source: tryhis.blogspot.com. Bukalah google maps di androidmu. Cara melacak lokasi seseorang tanpa diketahui cara melacak lokasi nomor hp pacar atau orang lain melalui google maps cara mengetahui siapa pemilik
CeritaLeak Bali : Dadong Ngelekas (Berubah Wujud), Inilah salah satu kisah langsung dan otentik yang pernah diterima oleh Taksu terkait dengan masalah orang bisa ngeleak. Ada suatu cerita dari daerah Sidemen Karangasem. Sebut saja namanya Ni Luh Ayu, seorang anak kecil dengan banyak saudara dan banyak ibu.
JiwaAtmaja juga menuliskan ciri-ciri orang yang bisa ngeleak. Hal ini ia dapatkan dari seorang informannya, dimana ciri-ciri fisik orang melaksanakan pangeleakan yakni matanya sering berkedip-kedip, pada kepala bagian depannya (ubun-ubun) mengalami kebotakan, pada wajah tampak bintik-bintik seperti jerawat. Cara Mengetahui Peruntungan
Ada3 cara hack akun whatsapp orang lain yang akan kami paparkan di artikel kali ini, dan ketiga cara tersebut merupakan trik yang sanga jitu dan bisa langsung anda praktekan di rumah. Langsung saja, bagi yang ingin tahu cara menyadap whatsapp pacar lewat hp android? maka ikuti tutorial dari kami berikut ini. Cara Download Install Whatsapp
Ataudalam ilmu pengeleakan ini disebut dengan "NGEREGEP", yakni para sisya akan duduk bersila, lalu tangan disilangkan di depan dada sambil mengatur PRANAYAMAnya (pernafasan), sehingga pikiran akan menjadi sangat tenang kemudian barulah sang sisya ini melakukan ngereh, dan ngelekas (pada tahan berikutnya). 6.
H2cxjTS. Penjelasan Ida Mas Dalem Samudra tentang guna-guna pengeleakan di Bali. MANGUPURA, Topik pengeleakan’ memang tidak ada habisnya. Ilmu supranatural nan gelojoh dikaitkan dengan berbagai hal negatif maka itu rata-rata orang ini ternyata bisa berbuah positif bila dikenali dengan baik. Bali merupakan pulau nan tersohor dengan guna-guna pengeleakannya, saja apakah seluruh masyarakat Bali telah bermartabat-benar mengenal ilmu nan konon diamankan oleh Mpu Bharadah dari Calonarang sejak masa kerajaan Airlangga ini? Kepada seorang Sulinggih cukup umur adalah, Ida Mas Dalem Segara, 24, yang juga praktisi ilmu pengeleakan, memaparkan ilmu pengeleakan secara sederhana. Bahwa, leak nan dikenal andai hantunya Bali’ oleh masyarakat awam sebenarnya tidak seperti demikian. Sepengetahuan Ida Mas Dalem Lautan dari sastra nan kamu pahami, leak’ berasal berpokok kata le’ yang berarti lelintihan’ dan ak’ nan berarti aksara.’ “Tujuan semenjak lelintihan aksara’ ialah bakal merusak atau membalikkan Wijaksara Tri Aksara dalam awak bani adam untuk kemudian disakiti. Intensi lainnya yakni lakukan menakut-nakuti,” ungkap Sulinggih termuda di Bali itu, Senin 11/3 di Griya Mas Dalem Lautan, Desa Sading, Mengwi, Badung. Lontar Aji Pengeleakan yang dikutip oleh Ida Mas Dalem Besar menamakan,”’yan anda weruh gelang-gelang Dasa Bayu, muaang Sastra Sanga, weruh gelang-gelang Sastra Pralina, weruh ta anda angleak’ yang berfaedah, siapapun nan memahami Deka- Bayu, Sastra Sanga, dan Sastra Pralina, orang tersebut memahami menjadi Leak.” Leak sejatinya berasal berasal manusia yang mempelajari ajian tertentu untuk berubah wujud alias menyakiti dengan sebuah cengkau. Makara, leak tidak dapat menyerang manusia dengan menjabat mangsanya. Selanjutnya, pria kelahiran Singaraja, 24 Oktober 1994, itu lagi meluruskan bahwa kepuasan batin dari sendiri yang memiliki ilmu pengeleakan adalah merasakan bahwa dirinya berubah seperti seekor anjing, misalnya. Sementara itu, sepatutnya ada orang tersebut lain berubah menjadi seperti wujud itu. Hanya doang, turunan dengan pikiran buruk dan yang memiliki dogma yang rendahlah yang dapat melihat wujud-wujud berpuaka dari sendiri yang menekuni ilmu pengeleakan tersebut. Orang suci akan mengaram hamba allah ngeleak sebagai cucu adam normal, hanya hanya wujud manusia dengan pengejawantahan rambut yang awur-awuran alias buyar. Setelah memahami pengertian leak, maka masyarakat pula mesti reaktif bahwa suka-suka banyak sekali tipe-jenis sastra ilmu pengeleakan di Bali. “Pengeleakan cerek sebenarnya adalah budaya kita. Budaya leluhur yang harus kita lestarikan. Di Bali atau di Indonesia pun semua seimbang, cuma sastra terakhir berada di Bali. Lontar pengeleakan ada banyak jenisnya, kisah-kisahnya pun cak semau banyak, suka-suka Calonarang, Syah Gede Mas Mecaling, Dukuh Suladri, Ki Balian Batur, Canting Mas, Tanting Rat, dan masih banyak pula. Banyak turunan mengetahui Calonarang karena itu yang melegenda dan tersohor di kuping masyarakat, padahal sesungguhnya banyak sekali dan guna-guna pengeleakan kembali banyak,” beber Sulinggih yang didiksa pada Maret 2022 lalu itu. Sebagai koteng Sulinggih yang berkecukupan di jalan Siwa, Ida Mas Dalem Lautan pun berbintang terang panugrahan untuk menekuni riuk suatu ilmu pengeleakan, yaitu Brahma Maya Murti, yang berarti seseorang yang bisa melepas sukmanya koteng dari badan garang. Brahma Tanwujud Murti bukan ilmu Sri paduka Wegig nan boleh berubah wujud. Kepuasan batin koteng nan berbuat Brahma Maya Murti adalah bani adam tersebut dapat mencapai ajang-wadah yang dikehendakinya. Ilmu tersebut dapat diperoleh dengan mempelajari alias memang mujur panugrahan dari Halikuljabbar. “Harapan ilmu pengeleakan Brahma Maya Murti atau nan boleh disebut Aji-aji Pengeleakan Leak Sari adalah untuk membantu umat, dalam hal mengobati seseorang yang disakiti dengan ilmu Aji Wegig atau Desti Trangjana teluh,” sambungnya. Ngeleak boleh dilakukan di mana saja dan pron bila namun, asal lokasi itu lengang karena sifat bermula pengeleakan yakni rahasia. Orang nan baru sparing ngeleak akan menghindari ke setra untuk minta panugrahan pada Si Hyang Bhairawa dan Bhairawi privat wujud Bhatari Durga. Dasar dari ilmu pengeleakan adalah sastra dan fonem. Mantra pengeleakan boleh diturunkan ke cucu alias anak sang penekun dengan cara mengajarkannya. Penurunannya pun bukan dengan urut-urutan instan, melainkan dengan mempelajari sastra. “Kejadian nan menjajarkan berpokok ilmu pengeleakan adalah, seseorang bisa merasakan situasi yang tidak bisa dirasakan oleh anak adam pada umumnya dan itu pun harus dilestarikan, seharusnya guna-guna kita tidak diakui di sana sini. Masak, di luar kewedanan ilmu kita diakui, kita yang di Bali enggak boleh mengakui ilmu kita,” tegas ayah suatu anak itu. Menurut Ida Mas Dalem Segara, senyatanya mantra pengeleakan tak ada yang baik maupun yang buruk, hanya saja itu lagi ke penekunnya seorang dan mantra yang berbeda karena setiap mantra memiliki tujuan masing-masing. Terserah sekali lagi efek berupa berasal mantra pengeleakan, di antaranya, seseorang dapat mengaji sastra-sastra nan baik, contohnya, untuk mengobati seseorang karena kedokteran boleh diobati dengan non kedokteran, tetapi non medis enggak dapat diobati dengan medis, melestarikan budaya, dan menjaga warisan nenek moyang. Sedangkan dampak negatifnya positif, orang per orang-oknum nan menyakiti seseorang dan keluarga, hingga keseleo memahamkan mantra yang mulai sejak dari kekosongan, nyeri hati, dan kecemburuan sosial. “Pahami sebelum memperhatikan. Kita harus tahu dulu sudut pandangnya seperti mana apa. Kenapa? Karena kejadian baik pula dalam ki perspektif pandang nan buruk akan tampak buruk. Itulah yang dinamakan Rwa Bhineda, seperti leluhur pernah mengajarkan, seberapa juga masif hidup kita akan sepeti itu pula hitam kita,” tandas Ida Mas Dalem Raksasa tersenyum simpul. *cr41
Kostum Sakral Leak Bali Sebelumnya kita sudah membahas tentang Definisi dan Kesalahpahaman pada masyarakat tentang Leak , sekarang kita akan membahas cara melihatnya bagi yg memiliki nyali atau pekakas yg banyak .Tapi saya tegaskan lagi ,ini adalah opini dari berbagai sumber yg saya kumpulkan untuk pembuktiannya cuma mereka yg tau karena saya sendiri belum BelakangSeperti yg kita sudah bahas sebelumnya , Leak sebenarnya ilmu yg digunakan tidak untuk menyakiti yang menyakiti adalah Aji Ugignya . Di Bali sendiri terutama di pelosok-pelosok hampir setiap daerah memiliki orang yang mewarisi Ilmu ini karena sejak Zaman Bali kuno leak digunakan sebagai alat pertahanan melawan musuhnya atau untuk menyembuhkan orang yg sakit .Para Leluhur orang yg bisa ngeleak sendiri dapat memberikan warisan ilmu yang mereka miliki ke anak cucunya ,seperti yg saya pernah dengar jika Cucu/Anak orang yg bisa ngeleak ini memimpikan almarhum nenek/keluarga yang bisa ngeleak dan mimpi tersebut biasanya , Sang Nenek akan menyuruh cucunya untuk memegang dan menarik tangan Si Nenek . Itu hanya salah satu contoh pewarisan ilmu dari leluhur kepada generasinya , masih ada beberapa hal yg mencirikan pewarisan ilmu tersebut yang pernah saya dengar tapi sebaiknya saya sebutkan lain waktu untuk cara melihatnya saya sudah rangkum dari berbagai versi dan sumber .Versi Lombok1. kita harus menjemur cacing2. Kumpulkan kulit kelapa, setelah itu kita bakar pada malam Supaya kita tidak terlihat oleh leak tersebut kita harus telanjang Selendang Orang yg Bisa NgeleakSelendang nenek ini hanya bisa digunakan untuk melihat leak berwujud bola api, tetapi tidak bisa digunakan untuk melihat leak berwujud monyet yang sedang rapat. Untuk melihat leak monyet apalagi yang sedang rapat parum, caranya dengan bertelanjang bulat. Penentuan Rapat LeakLeak memiliki organisasi dengan aturan tersendiri. Layaknya sebuah organisasi, kumpulan leak memiliki pengurus yang setiap waktu mengadakan pertemuan atau rapat. Konon kabarnya, pertemuan ini untuk membahas hutang berupa persembahan manusia hingga tingkatan ilmu yang dikuasai masing-masing anggota. Rapat dilakukan di tempat- tempat angker seperti di bawah pohon kepuh, rangdu atau tegalan dekat kuburan. Saat menghadiri rapat, para penekun ilmu leak mengubah wujudnya menjadi monyet. Dalam rapat tentu ada perdebatan atau usul saran para peserta sehingga terdengar berbagai suara. Bagi orang awam akan terdengar seperti suara monyet, tetapi wujudnya tidak tampak. Untuk melihat wujudnya, terang Yudhi yang juga pemilik perguruan Semar Maya ini, dilakukan dengan telanjang bulat sambil menutup ubun-ubun dengan tangan. Lelaku ini, menurut praktisi ilmu leak ini, sebagai upaya untuk mensinergikan antara hawa tubuh dan hawa tanah. Penyatuan ini membuat energi astral yang terdiri dari unsure pancamahabhuta terbuka. Ketika energi astral sudah terbuka, ia akan merambat dari tulang ekor menembus ubun-ubun. Agar tidak memendar, ubun-ubun harus ditutup dengan tangan kiri. Dengan demikian, energi akan mengarah ke sela-sela kedua mata sehingga membuka mata ketiga. Inilah yang merespon mata sehingga mampu melihat perwujudan leak monyet yang sedang Daun Talas1. cari embun di daun talas/Keladi yg berdaun lebar2. biar jd banyak embun tsb dicampur dgn air kali caranya pada malam kajeng klion tengah malam buka baju/telanjang, basahi tubuh dg serana diatas,,kemudian nungging lihat dari balik selangkangan di perempatan jalan/dikuburanPenjelasan Ilmu Leak Pada Seminar UNHI oleh Jero Mangku PuspaKesimpulanCara melihat leak memang beragam versi yg kebenarannya mungkin ada yg sudah terbukti ada yg belum. Tapi bagi saya sendiri yang namanya mahluk gaib pasti akan menjauhi seseorang yang tinggi Ilmu Spiritualnya dan yang dekat dengan sendiri adalah salah satu kekuatan dari dewi durga , tapi ingat saya tak henti-hentinya mengingatkan Tak ada yang lebih Kuat ,Sakti dan Berkuasa selain Ida Sang Hyang Widhi Wasa . Percaya atau tidak yang namanya Leak benar-benar ada tapi bagi anda orang awam ada baiknya tetap berjalan di bimbingan tuhan kita dan melakukan Dharma sebanyak banyaknya niscaya anda akan terjauhi dari segala hal negatif yg akan merontokkan langkah anda di masa ini tidak memojokkan bagi orang yg bisa ngeleak atau menguasai ilmu semamacamnya dan juga tidak menyuruh anda untuk menguji nyali anda untuk pergi kekuburan dan melakukan hal-hal ada baiknya anda menggunakan untuk refrensi dan pengetahuan tentang ilmu khas bali ada salah kata saya mohon maaf yg sebesar-besarnya OM SHANTI SHANTI SHANTI OM,sourceJero Gede Yudhi SuryawanMajalah TuwonyoutubeTag Cara melihat leak , pembuktian leak , apa itu leak , segala sesuatu tentang leak , Cara ampuh melihat leak , Beragam cara melihat leak , membuktikan kebenaran leak ,apakah leak benar ada ? Sekian Postingan tentang, Cara Ampuh Melihat Leak , Wow!! SapaanBerita, Menurut teman- teman bagaimana? ayo sharing komentar teman- teman di bawah ini, dan mudah-mudahan kali ini bisa memberi wawasan dan manfaat pada untuk teman - teman semuanya. Terima kasih sudah membaca artikel yang berjudul Cara Ampuh Melihat Leak , Wow!! SapaanBerita dan artikel ini url permalinknya adalah Semoga artikel ini sangat bermanfaat, Jangan lupa untuk Share ke teman dekat Anda Cara Ampuh Melihat Leak , Wow!! SapaanBerita Oleh
Gambar sumber Jika berbicara tentang leak, tentu ini sudah tidak asing lagi ditelinga kalian. Mungkin banyak ora... Gambar sumber berbicara tentang leak, tentu ini sudah tidak asing lagi ditelinga kalian. Mungkin banyak orang yang memiliki niat untuk belajar ngeleak, namun mereka tidak tahu harus kemana. Nah pada artikel ini akan dijelaskan bagaiman tahapan belajar ilmu leak itu adalah ilmu yang bersifat sangat rahasia, dan jarang ada guru leak yang mau mengumbar sembarangan atau memberi muridnya ilmu ini secara cuma-cuma. Penting untuk diketahui bahwa pengeleakan bisa kalian dapatkan melalui tiga cara. Yang pertama melalui warisan, kemudian dengan cara membeli, dan yang terakhir dengan belajar bersama guru mereka yang memiliki keturanan ilmu leak ini bisa langsung melakoni atau hanya sebatas menjalani ilmu tersebut. Namun, untuk yang tidak memiliki keturunan harus membeli atau belajar dari guru leak dari seorang guru hendak mengajarkan muridnya ilmu leak, maka wajib hukumnya guru tersebut mengetahui otonan dari murid hari lahir menurut kalender hindu bali. Hal ini sangat penting karena kualitas ilmu yang akan dianut oleh murid bisa diketahui. Begitu juga, seorang guru harus bisa berhati-hati dalam memberikan pelajaran agar muridnya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Tahapan belajar ngeleak yang harus dilakukan oleh seorang murid1. Seorang murid harus diwintenTahap pertama yang dilakukan oleh seorang guru leak terhadap muridnya adalah melakukan upacara pewintenan penyucian diri. Di mana seorang murid harus mewinten Brahma widya, yang dalam bahasa lontar dikenal dengan “Ngerangsukang Kawisesan”. Untuk hari baik dalam melakukan pewintenan ini tidak boleh asal-asalan dan harus ditentukan oleh gurunya sendiri. 2. Diperkenalkan dengan aksara wayahTahap belajar ngeleak berikutnya adalah pengenalan aksara wayah modre oleh guru terhadap muridnya. Untuk aksara yang diberikan pada tahap ini tidak dapat dieja, karena merupakan sebuah aksara yang bersifat Murid dirajahTahapan berikutnya adalah di mana murid akan di “Rajah” atau digambari aksara-aksara suci oleh gurunya di sekujur tubuhnya dari bawah hingga atas. Tahapan ini sendiri di lakukan di tengah kuburan pada saat hari raya kajeng kliwon setelah murid selesai melaksanakan beberapa tahapan awal di atas, barulah si murid diajarkan oleg gurunya. Saat belajar ngeleak, murid harus patuh terhadap 5 sumpah yang ada dalam ranah ini. Adapun isi dari sumpah tersebut adalah1. Hormat dan taat dengan ajaran yang diberikan oleh Selalu melakukan ajapa-ajapa untuk menyembah Siwa dan Dhurga dalam bentuk Ilmu Kawisesan Sakti.3. Tidak boleh pamer kalau tidak kepepet dan selalu menjalankan Dharma kebaikan.4. Tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh berhubungan intim dengan orang selain pasangan alias Tidak boleh menyakiti atau dengan cara apapun melalui ilmu yang belajar ngeleakAdapun beberapa tingkatan yang harus dilalui oleh seseorang ketika belajar Tingkat pertamaPada tingkat pertama ini seorang murid akan dijarkan oleh gurunya bagaimana cara mengendalikan pernapasan dalam diri. Di bali atau dalam Bahasa lontar dikenal dengan istilah “Mekek Angkihan” atau “Pranayama”.2. Tingkat ke duaPada tahap ke dua ini seorang sisya murid akan diajarkan untuk visualisasi. Atau dalam Bahasa ajaran pengleakan di kenal dengan istilah “Ninggalin Sang Hyang Menget". Pada tahap ini seorang guru telah mengajarkan muridnya dengan aksara-aksara dan mantra-mantra dalam ilmu Tingkat ke tigaPada tingkatan yang ketiga ini, seorang murid atau sisya akan diajarkan bagaimana cara melindungi diri dengan menggunakan tingkah laku yang halus, tanpa kekerasan, dan tanpa dendam. Atau dalam keilmuan leak di kenal dengan istilah "Pengraksa Jiwa”.4. Tingkat ke empatPada tingkat ke empat seorang murid akan diajarkan kombinasi antara pikiran dan gerak tubuhnya. Dalam bahasa yoga disebut dengan istilah “Mudra”. Mudra yang dimaksud di sini berupa tarian jiwa, akhirnya orang yang melihat atau menonton sering menyebut dengan “Nengkleng” atau gerakan mengangkat satu kaki saat berdiri. Gerakan mudra yang diajarkan di sini sama dengan gerakan tarian siwa nata Tingkat ke limaTahap ke lima seorang siswa akan diajarkan oleh gurunya untuk bermeditasi, meditasi dalam ajaran pengleakan di sebut dengan istilah “Ngeregep”. Yang mana ngeregep ini merupakan gerakan duduk bersila dan tangan disilangkan di depan dada sembari mengatur pernapasan hingga terasa tenang, atau dalam ilmu leak dikenal dengan “Ngereh” dan “Ngelekas”.6. Tingkat ke enamJika murid sudah menginjak pada tingkat ke enam, maka akan diajarkan oleh gurunya untuk belajar melepas roh Mulih Sang Hyang Atma Ring Bayu, Sabda lan Idep melalui kekuatan pikiran dan batin. Saat dalam keadaan seperti ini tubuh seorang murid akan terbujur kaku namun kesadaran sudah berpindah ke badan yang lebih halus. Pada tahapan ini termasuk tahap akhir atau “Ngereh” dan seorang murid akan memohon anugrah dari Betari Durga yang mana merupakan dewanya ajaran seorang murid telah berhasil mendapatkan anugrah dari Betari Durga maka akan mendapatkan ujian sesuai keilmuan yang dipelajarinya. Saat murid berhasil menyelesaikan ujiannya, maka murid tersebut dikatakan lolos dalam belajar 3 tahapan belajar ngeleak dan 6 tingkatannya yang dirangkum dari berbagai sumber. Apabila ada kekeliruan, kekurangan, atau saran bisa dituliskan di kolom komentar
Denpasar - Ada sebuah pantangan bagi seseorang yang menguasai ilmu Leak. Mereka tidak boleh mengaku bahwa dia punya ilmu itu. Jika melanggar, maka akan ada Durga Purana Tattwa menyebutkan bahwa orang yang bisa ngeleak, tidak boleh mengatakan dirinya bisa. Sebab, orang yang memiliki ilmu Leak dan mampu merahasiakan maka akan mencapai kebahagiaan."Karena 1000 kali kelahiran dia akan menderita. Kalau dia mampu merahasiakan dirinya maka dia akan mencapai kebahagiaan luar biasa dan tidak akan reinkarnasi lagi. Begitu dalam Durga Purana Tattwa ini. Jadi makanya orang bisa ngeleak itu merahasiakan dirinya supaya tidak kentara tidak diketahui," kata Ngurah Harta, Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti Bali. Ia menambahkan, sebenarnya sangat ingin melestarikan pengetahuan pengeleakan untuk masyarakat Bali. Namun, ia mengaku merasa berdosa ketika memperkenalkan ilmu pangeleakan pada awal tahun 2000. Saat itu, Turah Harta sempat mengalami tindakan yang kurang santun dari masyarakat."Tahu-tahu tiba muncul tulisan di mobil cucun leak. Itu kan sangat tidak baik, sangat tidak sopan, sangat tidak santun. Karena pengetahuan tradisi Bali itu sangat santun sekali, tidak mengumbar, ajewera kalau orang tua bilang, sekarang generasi muda Bali itu malah meremehkan kearifan lokal Bali itu," saat itu, Turah Harta mengaku tidak pernah lagi berbicara tentang pangeleakan. Sebab dirinya merasa berdosa membuat perilaku masyarakat Bali salah setelah mengetahui pengetahuan menjelaskan, bahwa ilmu pangeleakan berdasarkan ajaran sastra yang menjadi dasar dari tradisi Bali. Adapun sastra yang dipelajari dalam ilmu pangeleakan yakni Dasa Aksara, Kanda Pat, dan sebagainya."Saya masukkan dia ke konsep Dharmasastra dia. Kalau di Weda, Smerthi jadinya kalau Dharmasastra. Jadi dia ilmu pangeleakan tidak jahat," ini telah naik di detikBali dan bisa dibaca selengkapnya di sini. Simak Video "Sensasi Foto Bersama Monyet di Hutan Pala Sangeh, Badung" [GambasVideo 20detik] wsw/wsw
TargetNusa Bali – Setiap orang yang menekuni atau mempelajari ilmu Liak dibaca Leak, melakukan perubahan wujud dengan Ngereh yang artinya proses perubahan wujud dari manusia menjadi Leak, prosesi ngereh leak dilakukan di kuburan. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya kepada Wapimred TargetNusa yang juga Pimred NuansaDewata, Ngakan Putu Gede Udiana yang biasa disapa Aji Wisnu Segara Putra di kediamannya Sigaran, Mekar Bhuana, Abiansemal Badung Bali menjelaskan tehnik Ngereh Leak dengan tiga Kerangka Dasar yaitu Tatwa orang yang menjalankan ilmu pengeleakan harus menyadari tentang ajarannya. Etika orang yang menjalankan ilmu pengeleakan harus melaksanakan tingkah laku dan sujud bakti kepada guru atau nabenya. Upakara orang yang menjalankan ilmu pengeleakan harus melaksanakan upakara seperti menghaturkan sesajen sebagai sarana upakara. Lebih lanjut Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menjelaskan sebelum Ngereh menjadi Leak, orang yang menjalankan pengeleakan terlebih dahulu melaksanakan beberapa tahapan melakukan permohonan yakni memasang sesirep yaitu ilmu kesaktian agar mahluk hidup yang ada di sekitarnya semuannya tertidur lelap. Ngereh dikakukan di Kuburan atau perempatan jalan yang penting tempat tersebut sepi. “Mempersiapkan sarana banten yang berkaitan dengan ilmu pengeleakan. Melakukan permohonan kepada sang pencipta agar proses ngereh berlangsung sesuai dengan keinginan,” jelasnya. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menjelaskan dalam proses ngereh yang dilakukan mohon kepada Butha Peteng untuk memagari tempat ngereh agar yang lewat ditempat tersebut tidak melihat, dan memasang ilmu pengreres agar yang lewat ditempat ngereh menjadi takut. Dan juga mohon kepada Butha Keridan agar pengelihatan orang bisa terbalik, serta mohon kepada Sang Kala Jingkrak, Butha Lenga, Butha Ringkus, Butha Jengking, Butha Kapiragan yang menguasai Ilmu Pengleakan supaya proses ngereh berjalan lancar. Lebih lanjut Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menyatakan setelah proses permohonan usai dilanjutkan dengan sembahyang dengan posisi badan terbalik dilanjutkan berdiri dengan kaki satu atau nengkleng berjalan mengitari sanggah cucuk, dengan posisi putaran berjalan nengkleng kearah kiri. “Melalui ngereh orang yang menguasai ilmu pengeleakan bisa berubah wujud sesuai tingkat ilmu pengeleakan yang dikuasainya menjadi binatang dan seram,” katanya. “Dengan menguasai Ilmu Pengeleakan dengan mudah membuat sarana seperti Pengasren adalah sarana supaya orang menjadi kelihatan cantik dan tampan mempunyai daya pikat tinggi, dengan mudah dapat memikat lawan jenis yang dikehendakinya. Pengeger membuat orang berjualan menjadi laris dan menjadi kaya. Pengasih membuat orang menjadi jatuh cinta kepada orang yang menggunakannya. Penangkeb agar orang menjadi tunduk, sehingga akan menjadi penurut sesuai perintah atau keinginan,” urainya. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menyatakan Pepasangan adalah sarana yang ditanam pada tempat tertentu tujuannya untuk mengenai korbannya sesuai keingininan, dengan adanya pepasangan menjadikan situasi rumah seram, penghuninya sakit – sakitan, sering cekcok. Sesawangan adalah kemampuan mempraktekkan ilmu pengeleakan hanya dengan membayangkan wajah atau nama seseorang, sesawangan disebut juga acep – acepan. Dua jenis Cetik yakni cetik sekala dan cetik niskala. Cetik hanya mampu dilakukan oleh orang yang memiliki ilmu Leak tingkat tinggi. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menyatakan sabuk pengeleakan orang yang memakainya akan memasuki dunia lain tanpa disadari berubah sikap, orang yang menggunakannya menjadi kehilangan kontrol sangat berbahaya, jika tidak segera ditolong akan terjerumus, disinilah kekuatan penengen sebagai penetralisir. “Memasukan ke dalam tubuh hampir sama prosesnya dengan yang memakai alat, yang menjadi perbedaan kalau yang memakai alat berada di luar tubuh manusia dan yang masuk berada di dalam tubuh manusia, prosesnya tidak gampang perlu orang pintar dan sakti untuk memasangnya,” katanya. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menyatakan mengendalikan diri dari sifat ego dan sombong sangat penting untuk membawa hal positif bagi diri sendiri dan siapa saja, jangan terjebak keinginan sesaat gunakan alat – alat tersebut untuk kepentingan menjaga diri untuk keselamatan. “Tidak ada yang lebih sakti, lebih sempurna dari sang pencipta/Ida Sanghyang Widhi Wasa, bila bepergian keluar rumah baik jarak dekat maupun pendek ingat selalu berdoa kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa supaya diberikan perlindungan,” tegasnya. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menjelaskan bahwa Pangiwa dan panengen tidak jauh beda merupakan dua ilmu mistik di Bali saling melengkapi dan perbedaan antara pangiwa dan panengen, kalau panengen tidak mau melaksanakan aji wegig tetapi tahu tentang aji wegig, kalau panengen lebih cenderung ke pengobatan dan penenangan diri seperti ajaran kebatinan meditasi, orang yang mendalami panengen lebih cenderung menolong orang. Kalau pangiwa lebih cenderung menyalahgunakan ilmu kadiatmikan yang luar biasa hebat itu. “Pangiwa dalam pelajarannya mendalami sastra dan lontar yang dipelajari adalah sastra magic dan lontar khususnya lontar waringinsungsang, kaputusan pudak setegal, kaputusan cambraberag,” jelasnya. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menjelaskan bila ingin mempelajari kadharman, maka harus mengetahui pangiwa dan panengen terlebih dahulu dengan mengetahui pangiwa dan panengen, maka mengetahui rahasia alam semesta sehingga mencapai kesadaran, mempelajari kadiatmikan, tentunya harus mengetahui pangiwa dan panengen sehingga mengetahui kejelekan dan kebaikan seperti penyakit dan obatnya, maka kita tidak akan melaksanakannya, sehingga kebaikan dan dharmalah terus dijalankan. “Orang yang bisa ngeleak bisa juga menggunakan rerajahan, penggunaan rerajahan tentu dengan cara membeli kepada gurunya yang memberikan ilmu pangleakan, hanya bisa melaksanakan yang diperintahkan oleh gurunya. Rerajahan yang digunakan sangat dirahasaian oleh gurunya,” katanya. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya memaparkan, pangleakan bermanfaat mengobati orang, dengan ilmu pangleakan bisa membantu orang namun bila pangleakan dipergunakan untuk hal yang tidak baik sangatlah mudah, karena jauh lebih gampang melaksanakan hal yang tidak baik, membangkitkan api dalam diri mulai dari lubang anus dan alat kelamin disebut Numuladara Cakra, kalau dimanfaatkan ditarik keatas dibawa kedepan itulah yang disebut dengan pangleakan, kalau dimanfaatkan lewat tulang punggung adalah sumsuna idadanpindala ditarik naik ke Siwaduara menjadi kebaikan, pangleakan bisa digunakan untuk kebaikan. “Ilmu pangleakan menggunakan sarana berupa goresan tangan berupa aksara suci yang disebut rerajahan, rerajahan berbentuk gambar maupun aksara suci yang mempunyai kekuatan spiritual,” urainya. Jero Balian Mangku I Wayan Sumawijaya menyatakan ilmu pangleakan jangan dari satu sisi yang buruk atau negatif, padahal ilmu pangleakan bersifat fleksible tergantung digunakan kearah positif atau negatif. Jika ingin mempelajari ilmu pangleakan, diharapkan mencari guru atau nabe yang mengetahui secara penuh ilmu pangleakan, agar nantinya tidak salah arah ke negatif. “Penekun ilmu pangleakan diharapkan tidak menyalahgunakan ilmunya melainkan mempergunakanbilmunya untuk menolong sesama, dengan ilmu pangleakan menjalankan kebaikan dan dharma,” pintanya. Journalist/Editor Ngakan Udiana
cara mengetahui orang bisa ngeleak